Banyuwangi

[:en]

This regency is located at easternmost end of Java Island, in the horseshoe area , adjacent with Situbondo Regency at the north side, Bali Strait at the east side, Jember Regency at the west side, and Hindia Ocean at thee south side.Banyuwangi Regency is the widest regency in East Java, indeed in Java Island also with 5.782,50 km2, or wider than Bali Island (5.636,66 km2).

Government

By administrative, Banyuwangi Government lead by a City Major and Vice City Major, that oversees District Head. The districts divides to some villages that lead by villages headman. There are all of Banyuwangi Regency’s districts:

 

  1. Bangorejo
  2. Banyuwangi
  3. Blimbingsari
  4. Cluring
  5. Gambiran
  6. Genteng
  7. Giri
  8. Glagah
  9. Glenmore
  10. Kabat
  11. Kalibaru
  12. Kalipuro
  13. Licin
  14. Muncar
  15. Pesanggaran
  16. Purwoharjo
  17. Rogojampi
  18. Sempu
  19. Siliragung
  20. Singojuruh
  21. Songgon
  22. Srono
  23. Tegaldlimo
  24. Tegalsari
  25. Wongsorejo

Civil Occupant

Banyuwangi’s occupants are various. In majority are Osing people, but there are Javanese people and Maduranese (Muncar, Wongsorejo, Glenmore, and Kalibaru District), also Balinese and Buginese in minor. Balinese people stays at Tegaldlimo District and spreads along Banyuwangi Regency. Osing ethnic using the different language from Javanese, they are using Osing language, a sub-dialect from Javanese language that influence with Balinese culture.

 

[:IN]Kabupaten ini terletak di ujung paling timur pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda, dan berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa, dengan luas wilayahnya yang mencapai 5.782,50 km2, atau lebih luas dari Pulau Bali (5.636,66 km2). Di pesisir Kabupaten Banyuwangi, terdapat Pelabuhan Ketapang, yang merupakan perhubungan utama antara pulau Jawa dengan pulau Bali (Pelabuhan Gilimanuk).

Administratif Pemerintahan

Secara administrasi, pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dipimpin oleh seorang bupati dan wakil bupati yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi desa dan kelurahan yang dikepalai oleh seorang kepala desa dan seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kabupaten, sedangkan kepala desa dipilih oleh setiap warga desa setiap periode tertentu dan memiliki sebuah pemerintahan desa yang mandiri. Sejak 2005, bupati Banyuwangi dan wakilnya dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pilkada, setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kabupaten.

Exploring the Area

Kabupaten Banyuwangi yang secara geografis terletak pada koordinat 7º45’15”–8º43’2” LS dan 113º38’10” BT. Wilayah kabupaten Banyuwangi cukup beragam, dari dataran rendah hingga pegunungan. Kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bondowoso, terdapat rangkaian Dataran Tinggi Ijen dengan puncaknya Gunung Raung (3.344 m) dan Gunung Merapi (2.799 m). Di balik Gunung Merapi terdapat Gunung Ijen yang terkenal dengan kawahnya. Gunung Raung dan Gunung Ijen adalah gunung api aktif.

Kabupaten Banyuwangi terdiri atas 25 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi terdiri dari:

  1. Bangorejo
  2. Banyuwangi
  3. Blimbingsari
  4. Cluring
  5. Gambiran
  6. Genteng
  7. Giri
  8. Glagah
  9. Glenmore
  10. Kabat
  11. Kalibaru
  12. Kalipuro
  13. Licin
  14. Muncar
  15. Pesanggaran
  16. Purwoharjo
  17. Rogojampi
  18. Sempu
  19. Siliragung
  20. Singojuruh
  21. Songgon
  22. Srono
  23. Tegaldlimo
  24. Tegalsari
  25. Wongsorejo

Penduduk

Penduduk Banyuwangi cukup beragam. Mayoritas adalah Suku Osing, namun terdapat Suku Madura (kecamatan Muncar, Wongsorejo, Kalipuro, Glenmore dan Kalibaru) dan suku Jawa yang cukup signifikan, serta terdapat minoritas suku Bali, dan suku Bugis. Suku Bali banyak mendiami desa di kecamatan Rogojampi, bahkan di desa Patoman, Kecamatan Rogojampi seperti miniatur desa Bali di pulau Jawa. Suku Osing merupakan penduduk asli kabupaten Banyuwangi dan bisa dianggap sebagai sebuah sub-suku dari suku Jawa. Mereka menggunakan Bahasa Osing, yang dikenal sebagai salah satu ragam tertua bahasa Jawa. Suku Osing mendiami di Kecamatan Glagah, Licin, Songgon, Kabat, Giri, Kota serta sebagian kecil di kecamatan lain

Sekilas Sejarah

Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC menganggap Blambangan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II kepada VOC. Padahal Mataram tidak pernah bisa menguasai daerah Blambangan yang saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasaanya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai “kompleks Inggrisan” adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.[:]